
Lampung Barat, 12–13 September 2026 — CoffeeCamp Vol. 4 di Curug Padae, Way Tenong, Lampung Barat, menjadi ruang pertemuan antara kopi, alam, budaya, kreativitas, dan kolaborasi. Di tengah kegiatan yang mempertemukan pelaku industri kopi, komunitas, masyarakat, dan berbagai mitra, Repong Indonesia turut membawa pesan konservasi Harimau Sumatera kepada para peserta.
Keterlibatan Repong Indonesia dalam kegiatan ini merupakan bagian dari Integrated Tiger Habitat Conservation Programme (ITHCP), yang mendorong upaya konservasi Harimau Sumatera melalui perlindungan habitat, peningkatan kesadartahuan, serta penguatan keterlibatan masyarakat dalam mendukung konservasi satwa liar dan ekosistemnya.
Melalui CoffeeCamp Vol. 4, Repong Indonesia memperkenalkan pentingnya keberadaan Harimau Sumatera, menjaga habitatnya, serta membangun pemahaman mengenai hubungan antara perkebunan kopi, hutan, dan keanekaragaman hayati. Pesan tersebut disampaikan melalui fotoboard, standing banner, komunikasi langsung, serta sesi tanya jawab dengan peserta CoffeeCamp.
Edukasi konservasi juga menyasar generasi muda melalui kegiatan bersama siswa SMA Negeri 1 Way Tenong. Para siswa diajak mengenal Harimau Sumatera sebagai satwa endemik Indonesia, karakteristik dan habitatnya, peran ekologisnya, serta berbagai ancaman seperti kehilangan dan fragmentasi habitat, perburuan, dan konflik manusia dengan satwa liar.
Salah satu pendekatan yang digunakan adalah monolog dengan tokoh Harimau Sumatera. Melalui metode ini, pesan konservasi disampaikan dengan cara yang lebih komunikatif dan dekat dengan peserta. Diskusi kemudian berkembang pada berbagai topik, mulai dari Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), hingga hubungan antara perkebunan kopi dan konservasi satwa liar.
Bagi Repong Indonesia, pendekatan ini penting karena perkebunan kopi di Lampung Barat berada dalam bentang alam yang berdekatan dengan kawasan hutan dan habitat satwa liar. Karena itu, keberlanjutan usaha tani kopi dan keberlanjutan ekosistem perlu berjalan beriringan. Pengelolaan perkebunan yang mempertimbangkan vegetasi, tutupan pohon, sumber air, dan konektivitas habitat dapat turut mendukung lanskap yang lebih ramah bagi keanekaragaman hayati.
Rangkaian CoffeeCamp Vol. 4 juga mencakup berbagai kegiatan seperti Handcrafting Limbah Kopi, Trail Run, Coffee Farm Tour, serta edukasi konservasi dan monolog “Harimau & Hutan”. Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa ruang publik berbasis kopi dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan isu lingkungan dan konservasi kepada masyarakat secara lebih luas.
Melalui keterlibatan dalam CoffeeCamp Vol. 4 sebagai bagian dari pelaksanaan Integrated Tiger Habitat Conservation Programme (ITHCP), Repong Indonesia terus mendorong pesan bahwa kopi dan konservasi bukan dua isu yang terpisah. Keduanya berada dalam satu bentang alam yang sama, sehingga menjaga produktivitas kebun sekaligus menjaga habitat dan keanekaragaman hayati menjadi bagian penting dari upaya membangun hubungan yang berkelanjutan antara masyarakat dan alam.
